March 23, 2017 Administrator Ayam Bakar Wong Solo 0Comment

Tidak ada teori canggih atau strategi branding khusus untuk membesarkan merek Ayam Bakar Wong Solo hingga menjadi merek paling diingat. Kuncinya adalah berani nampang dan kualitas rasa, karena lidah konsumen tidak bisa dibohongi.

Merek ayam di Indonesia memang tak terbilang banyaknya. Mungkin saja ratusan atau bahkan ribuan merek restoran ayam yang ada di Indonesia. Namun dari sekian banyak merek tersebut nama Ayam Bakar Wong Solo lah (ABWS) yang paling diingat di jagad franchise untuk kategori resto ayam bakar tradisional saat ini. Dalam survei yang dilakukan Majalah Info Franchise bekerja sama dengan Dinamic Marketing Research Services ABWS terpilih menjadi Franchise Top Mind 2014.

Itu artinya, ABWS menjadi merek franchise paling diingat di industri franchise Indonesia untuk kategori ayam bakar. Merek yang berdiri sejak 1991 ini menempati rangking pertama dalam hal merek yang paling diingat berdasarkan survei terkini yang dilakukan di 10 kota besar Indonesia.

Terpilihnya ABWS sebagi Top of Mind 2014 memang tidak mengejutkan. Pasalnya, merek franchise ini lah yang paling getol membuka beberapa gerainya di berbagai daerah Indonesia. Total kini ABWS sudah memiliki sekitar 180 gerai yang tesebar di berbagai daerah. Bahkan, sampai kini hanya ABWS lah yang sukses membuka gerai franchisenya di Malaysia sejak masuk pada 2005. Di sana ABWS sudah memiliki 6 gerai.

“Kalau merek tidak dikenal atau tidak kuat. Seperti kuliner serupa ABWS yang beberapa tahun lalu datang ke Malaysia maka sepi pengunjung, beda dengan Wong Solo dari 2005 sampai sekarang 6 outlet masih ramai dikunjungi masyarakat Malaysia,” ujar Muh Hasyim (47 tahun) penggemar masakan Indonesia di Malaysia.

Puspo mengatakan, tidak ada resep atau strategi khusus yang dilakukan manajemen untuk membesarkan merek ABWS hingga menjadi merek franchise paling diingat. Menurutnya, dalam bisnis kuliner tidak ada teori baku seperti yang dicetuskan oleh pakar marketing maupun pakar bisnis. “Kuncinya harus berani nampang(tidak malu), di bisnis kuliner hanya rasa. Itu saja,” ujarnya.

Dengan cara apapun dalam rangka membesarkan brand tentu sah-sah saja dengan catatan produknya harus berkualitas. “Jadi teori Rhenald Kasali dalam diskusi Pasca Sarjana yang mengharamkan cara Puspo  Wardoyo dalam membangun branded perlu dipertimbangkan lagi. Kalau ingin membuat diskusi tentang Wong Solo para dosen Pasca Sarjana harus membuat penelitian di Rumah Makan Wong Solo supaya tidak salah ilmu, jangan hanya kata orang dan informasi di media. Karena sampai saat ini Wong solo semakin berkembang di mana-mana dan diterima oleh masyarakat baik di dalam maupun luar negeri. ABWS tetap konsisten dan konsen dalam menjaga kualitas cita rasanya. Karena cita rasa dan kualitas memang tidak bisa dibohongi.” beber Puspo.

Selain itu, katanya, ABWS juga selalu mendirikan restoran dengan tampilan yang eye catching atau enak dilihat dan nyaman untuk dikunjungi customer. “Mulai dari konsep desainnya hingga luas ukurannya ABWS harus benar-benar terlihat different dan enak dilihat oleh pengunjungnya. Sehingga tidak hanya produk-produknya saja yang enak. Tempatnya pun enak untuk dilihat dan dikunjungi. Karena itu kita benar-benar serius dalam mencari lokasi yang startegis. Lokasi yang luas dan bisa untuk parkir kendaraan dan mudah dijangkau masyarakat,” tuturnya.

Penghargaan Franchise Top of Mind 2014 ini bukan pertama kalinya didapat ABWS. Sebelumnya ABWS juga pernah meraih penghargaan Franchise Market Leader, Franchise Fastest Growing, Franchise Editor’s Choice. Jauh sebelumnya ABWS juga penah mendapat penghargaan 3 besar interprise  50 dari tahun 1998, Superbrand dan waralaba terbaik se-Indonesia oleh Presiden Megawati Soekarnoputri tahun 2004.

Dengan penghargaan Top of Mind ini Puspo berharap ABWS terus menjaga standar dan cita rasa produknya. Sebab, selama berpuluhtahun mengelola jaringan bisnisnya di Wong Solo Group, resep sukses bisnisnya terletak pada rasa. “Kalau rasa produk kita sudah pas di lidah konsumen maka mereka sudah pasti repeat atau balik lagi dan menjadi pelanggan loyal. Apalagi kita bermain di kuliner tradisional yang memang mengandalkan produk yang kental dengan rasa,” bebernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *