|
Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Food Business Bernuansa
Islam
Menapaki perjalanan usaha usaha Rumah Makan sejak didirikan
tahun 1991, hingga sekarang membuat kami semakin yakin
betapa sayangya Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya.
Agama telah memberi petunjuk kepada kami bahwa bekerja
bersungguh-sungguh merupakan aktifitas yang sangat mulia
di sisi Allah. Dari agama pula kami tahu bahwa jihad
bukan hanya berkonotasi berperang (mengangkat senjata)
mempertahankan agama Allah. Bekerja dan berusaha bersungguh-sungguh
untuk meningkatkan kualitas hidup, adalah bagian dari
makna jihad itu sendiri.
Keyakinan itu mendorong kami menjalankan usaha Rumah
Makan Wong Solo bernuansa Islam, menetapkan landasan
filosofinya Al-Qur'an surat Ash-Shaff 10-11, dengan
motto " Ayam Bakar Wong Solo halalan Tayyiban".
Rumah Makan Wong Solo sendiri pertama berdiri tahun
1991 di Medan dengan hanya bermodalkan uang Rp 2.500.000,-.
Namun dengan kesungguhan dalam menjalankan usaha serta
berpijak pada nilai-nilai keislaman R.M. Wong Solo saat
ini telah berkembang menjadi 16 outlet. Cabang-cabang
tersebut antara lain adalah Medan, Banda Aceh, PAdang,
Solo, Bali, Pekanbaru, Surabaya, Semarang, Malang, Yogyalarta,
Kebon Jeruk, Kalimalang, Bintaro, muntilan dan segera
dibuka Cibubur, Bogor dan Bandung
Disamping sistem Total Service, Ayam Bakar Wong solo
telah memiliki standarisasi bumbu, hingga kesamaan rasa
di antara outlet bisa terjaga mutunya. Maka Ayam Bakar
Wong Solo dapat dimiliki oleh setiap orang dengan sistem
waralaba (franchise) yang syarat-syaratnya telah ditetapkan
oleh sistem manajemen Ayam Bakar Wong Solo. Ditargetkan
tahun 2005 gerai ayam bakar Wong Solo telah ada di kota-kota
propinsi di seluruh Indonesia, dan negara-negara ASEAN
pada tahap selanjutnya. Usaha tersebut tidak terlepas
dari dukungan penuh dari PT. Sarana Sumut Ventura baik
material maupun manajemen.
Ayam Bakar Wong Solo adalah rumah makan, artinya Ayam
Bakar Wong Solo adalah tempat makan dan minum. Pelanggan
juga dapat membuat variasi sendiri menu-menu baik lauk,
sayur maupun minuman yang ada. Variasi atau silang tersebut
antara lain Ayam Bakar/goreng. Aneka Ikan Bakar/goreng,
Sate Udang, Sate Cumi, Sate Ayam, Sate Kambing, Ikan
Goreng Tepung, Aneka sayur, Aneka balado/sambal, bahkan
Chinese Food seperti saos tomat, saos tauco, saos tiram,
steam (kukus), asam manis, cah kailan/brokoli menambah
aneka rasa. Dengan variasi tersebut pelanggan justru
akan lebih kerasan menikmati hidangan yang disajikan
oleh Ayam Bakar Wong Solo.
Pelanggan dapat hadir setiap hari dalam satu bulan
tanpa harus mengulang menu yang pernah dinikmatinya.
Lebih kurang lima puluh (50) menu Ayam Bakar Wong Solo
tersebut memiliki cita rasa yang khas, artinya, walaupun
nama menu-menu Ayam Bakar Wong Solo diambil dari menu-menu
populer yang sudah ada sebelumnya, akan tetapi cita
rasanya pasti akan beda. Perbedaan itu justru membuat
+ 50 menu tersebut bukan hanya sebagai pendamping dari
menu Ayam Bakar, tetapi juga menjadi menu yang menjadi
idola dari masing-masing pelanggan.
Naluri memasak yang kami miliki sejak kecil, dikarenakan
kami tumbuh di lingkungan keluarga yang memiliki usaha
rumah makan dimana usaha tersebut merupakan usaha turun
temurun. Bermodalkan naluri tersebut kami merancang
sendiri menu-menunya dan bukan belajar dari buku, juru
masak atau orang lain. Disamping itu, nilai lebih Ayam
Bakar Wong Solo adalah Halalan Thayyiban, halal artinya
produk-produk yang disajikan berasal dari bahan-bahan
yang adalah halal dan diproses dengan memperhatikan
khukum-hukum Allah. Thayyiban (baik) artinya menu-menu
yang disajikan berasal dari bahan-bahan yang segar (fresh)
dan memiliki nilai gizi yang tinggi, disamping itu Zakat
2,5% dari hasil usaha digunakan untuk hal-hal kemaslahatan.

Wong Solo sukses Dengan Nuansa Islam
Terkadang bisa muncul perasaan ketakutan pada seseorang
saat melangkah, jika langkah yang diambilnya dipandang
berbeda dengan cara-cara konvensional di tengah masyarakat.
Hal itulah yang pertama kali dirasakan oleh pemilik
Wong Solo saat pertama kali mengambil keputusan untuk
mengelola rumah makan Wong Solo dengan nuansa Islam.
Wong Solo berusaha menepis anggapan masyarakat kalau
kita mengidentifikasi dengan sesuatu yang dianggap cenderung
eksklusif. Seperti rumah makan dengan label nuansa Islam,
asumsi masyarakat dengan menganggap bahwa rumah makan
ini hanya untuk orang Islam. Tetapi Wong Solo mengembangkan
cara beragama yang inklusif memberi pelayanan kepada
konsumen dari semua segmen masyarakat lintas suku, agama,
ras dan golongan, sehingga dalam kenyataaanya di berbabagai
outlet pengunjung yang terbanyak adalah etnis Tionghoa.
Pada setiap outlet diusahakan agar suasana islami nampak
terasa dengan jelas. Ini bisa dilihat pada kenyataan
misalnya :
" Semua karyawati memakai jilbab;
" Kuliah agama tujuh menit (Kultum) dilakukan untuk
karyawan dan karyawati sebelum memulai pekerjaannya,
dengan menegaskan nilai-nilai yang terkandung dalam
hadits-hadits pendek;
" Pengajian dengan metode diskusi bagi para staf/pimpinan
yang dilaksanakan secara reguler;
" Setiap menejer harus lancar membaca Al-qur'an
dan mampu menjadi khatib Jum'at.
" Wong Solo juga membersihkan hasil usahanya dengan
mengeluarkan zakat 10 % melalui amil zakat Wong Solo.
Oleh karenanya landasan filosifi proses perjalan usaha
Wong Solo adalah Al-Qur'ánul Karím, khususnya
surat As-Sháf : 10-11: " Hai orang-orang
yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan
yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?,
( yaitu) : Kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan
berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah
yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui."
Untuk meningkatkan pengetahuan dan pendalaman agama
bagi para staf, dan untuk menjaga agar proses perjalanan
usaha Wong Solo dapat menetapi nilai-nilai ajaran Islam,
ditetapkan seorang manajer spiritual Islam yaitu Prof.Dr.
Syahrin Harahap, MA Guru Besar IAIN Sumatera Utara.

Manajemen SDM
Managemen pengelola Sumber Daya Manusia di Ayam Bakar
Wong Solo tidak terlepas dari proses recruitmen karyawannya.
Sistem recruitment yang diterapkan di Ayam Bakar Wong
Solo selama ini dilakukan dengan melalui dua cara yakni
:
Sumber Intern (dari Orang dalam perusahaan sendiri).
Dari dalam perusahaan melalui realokasi SDM yang ada
baik berupa tour of duty (alih tugas) atau tour of area
(alih tempat kerja). Sasarannya agar perusahaan dapat
menempatkan orang yang tepat pada tempat yang tepat
(the right man on the right place). Kedua, sumber ekstern
(dari luar perusahaan) yaitu dengan cara perekrutan
biasa, dengan melalui beberapa proses yang telah ditentukan.
a. Rekrutmen
Dalam perekrutan karyawan/karyawati selain menekankan
sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik,
akhlak juga menjadi pertimbangan utama. Wong Solo yakin
bahwa pekerjaan yang baik apabila dikerjakan oleh karyawan
yang baik akan memberikan hasil yang baik pula.
b. Training
Pelatihan/training Ayam Bakar Wong Solo bertujuan agar
karyawan mampu melaksanakan tugas yang dipercayakan
kepadanya. Yang dimaksud dengan training pra tugas yang
ada di Wong Solo adalah 1). pelatihan yang dilaksanakan
bagi karyawan yang sudah diangkat menjadi karyawan dan
2). pelatihan yang dilaksanakan bagi para calon karyawan
yang telah lulus dalam seleksi perekrutan sebelum diangkat
menjadi karyawan.
Ada 3 tingkatan pelatihan pra tugas yang ada di rumah
makan Wong Solo, yaitu Pertama, pelatihan tingkat pertama,
pelatihan ini ditujukan bagi karyawan yang menangani
pekerjaan yang bersifat praktis. Kedua, pelatihan tingkat
kedua, pelatihan ini ditujukan bagi mereka yang dipersiapkan
untuk menduduki jabatan staff (kabag) yang bersifat
teknis. Yang ketiga, pelatihan tingkat tiga, yaitu pelatihan
yang ditujukan untuk mempersiapkan karyawan yang akan
menduduki jabatan sebagai pimpinan tingkat menengah
untuk calon manager, bersifat human skill. Aspek yang
diberikan dalam pelatihan dasar antara lain : Pengetahuan,
pembekalan yang cenderung berhubungan dengan sikap/pembentukan
perilaku.
Budaya Kerja
Budaya kerja muncul dari karakteristik karyawan/karyawati
Wong Solo. Ada enam kharakteristik yang membentuk budaya
kerja Karyawan dan Karyawati Wong Solo. Keenam hal tersebut
adalah : Pertama : Selalu proaktif, kreatif, dan berinisiatif
sehingga terasa kehadirannya ditengah-tengah rekan kerjanya.
Kedua, Memulai usaha dengan akhir dalam pikiran bahwa
segala sesuatu yang dikerjakan adalah Lillahita'ala
dengan tujuan mencari ridho Allah. Ketiga, Selalu mengutamakan
yang paling utama. Keempat, Selalu berfikir menang-menang/positif
thinking. Kelima, Selalu mendahulukan kepentingan bersama
daripada kepentingan diri sendiri, meskipun kepentingan
diri sendiri itu penting, namun ia dipenuhi dengan melakukan
kerjasama. Keenam, Selalu meningkatkan kualitas diri
dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

PENGEMBANGAN USAHA (INTERN)
Kebesaran nama RM Wong Solo, tidak membuat kami untuk
berpuas diri, akan tetapi justru memacu kami untuk terus
mengembangkan sistem yang sudah ada, manajemen, keuangan,
Informasi dan sistem-sistem yang lain. Kami terus melakukan
uji coba - uji coba untuk mendapatkan format yang standar
dengan kualitas yang handal sehingga kepuasan pelanggan
dapat terpenuhi dengan baik.
Tekad kami untuk menjadi pemimpin pasar khusunya di
bisnis makanan (restoran tradisional) sangatlah kuat.
Dan semampu mungkin untuk membawa makanan tradisional
Indonesia untuk go internasional. Kami kadang-kadang
bersedih mengapa negeri yang kaya akan budaya ini (
termasuk makanan) dibanjiri oleh waralaba asing yang
jumlahnya sudah sulit dihitung dengan jari. Memang sekarang
adalah era globalisasi di mana setiap produk dari manapun
asalnya, kalau sudah diterima oleh pasar global, maka
tidak akan terbendung oleh siapapun dan dimanapun.
Dalam bidang teknologi informasi di tahun 2001 ini kami
mulai merintis untuk membuat homepage dengan nama www.wongsolo.com
dan www.wongsolo.co.id (sudah diregristrasi). Web Site
yang kami bikin tersebut bukan latah atau asal ikut-ikutan
saja, akan tetapi untuk mulai mengenalkan brand wong
solo di pasar global. Di samping itu juga dipakai untuk
komunikasi antar cabang yang ada. Dengan teknologi internet
ini diharapkan akan ada penghematan yang cukup signifikan
khususnya biasa komunikasi (telpon maupun fax), apalagi
ke depan biaya telpon akan mengalami kenaikan yang cukup
besar.
Kriteria Kesuksesan RM Wong Solo
Kriteria kesuksesan bagi RM Wong Solo bukanlah terbatas
pada pencapaian materi semata, . tetapi beruntung dan
mendapat petunjuk dari Tuhan karena ketaqwaannya. Dengan
kriteria kesuksesan seperti itu maka keberhasilan Wong
Solo dalam usahanya adalah tercapainya tujuan, yaitu
usaha yang maju dan islami dalam rangka jihad di jalan
Allah , serta terhindarnya insan Wong Solo dari azab
yang pedih, serta bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Kriteria kesuksesan seperti diyakini RM Wong Solo tersebut
relevan dengan kriteria muknin yang sukses sebagaimana
dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al Mukminun ayat 1-9.
" Sungguh bahagia orang-orang mukmin yaitu orang-orang
yang khusuk dalam sholat mereka, dan orang yang berpaling
dari pekerjaan sia-sia, dan orang yang menunaikan zakat,
dan orang - orang yang menjaga diri (kemaluannya) kecuali
terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka
miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak
tercela. Barang siapa yang mencari dibalik itu, maka
mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan
orang-orang memelihara amanah-amanah dan janji-janjinya,
dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka
itulah orang-orang yang akan mewarisi, yakni yang akan
mewarisi sorga firdaus mereka kekal didalamnya.

Ayat di atas secara gamblang menjelaskan kriteria kesuksesan
seorang mukmin yang dirumuskan dalam poin-poin berikut
:
Fi Sholatihim Khosyiuun ( Orang khusuk dalam sholatnya
)
Sholat merupakan sarana komunikasi seorang hamba
dengan tuhannya, tempat mengadu dan memohon harapan,
jalur mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yang dapat
memberikan jalan bagi setiap problema kehidupan. Takbiratul
Ihram tanda pembuka, menyingkirkan segala goda karena
berhadapan dengan yang Maha Kuasa, lidah membaca doa
hati meraba makna. Dengan itu diharapkan jalan kesuksesan
terbuka bagi seorang hamba.
Wa anil laghwi mu'riduun ( Menjauhkan diri dari
perbuatan Lagha)
Setiap hari rajin beramal shaleh, berbuat baik terhadap
sesama, dengan keluarga, jiran dan lingkungannya. Waktu-waktunya
diatur dengan disiplin, tidak berlalu dengan hampa tak
bermakna. Tapi diisi penuh dengan kreatifitas dalam
rangka mengabdikan diri kepada Sang Penciptanya.
Lizzakati Failun ( Mengeluarkan Zakat )
Mukmin yang memiliki ciri sukses sangat merasa bahwa
apa yang dinikmati dalam hidupnya merupakan pemberian
dan rahmat Allah SWT. Ia sadar ketika lahir kedunia
tidak membawa apa-apa. Karena itu mukmin yang sukses
tidak pernah membuat perhitungan kalau memang disuruh
bersukur, gemar menyisihkan hartanya sebagai budaya
diri, hartanya dizakati, infak diberikan dan sedekah
diperhartikan.
Li amanatihim wa ahdihim raun ( Memegang Amanah
dan Menepati Janji )
Dalam dirinya terpantul nilai amanah, sangat berhati-hati
terhadap kepercayaan yang diberi. Dalam dirinya terekam
bahwa Allah mengetahui apapun yang terjadi sedikit banyak
diwaktu siang maupun malam hari. Tidak ada satupun yang
tersembunyi bagi zat yang Maha Tinggi. Dia penuhi segala
janji dan tidak pernah ia pungkiri.
Li Furujihim Hafizuun ( Memelihara Frajnya )
Nafsunya dipelihara, terkontrol tidak berbuat yang salah.
Tidak pernah menempuh jalan ilegal tanpa prosedur lewat
akad nikah. Selain mampu meredam nafsu melawan rayuan
setan di dalam kalbu, juga mengupayakan menegakkan nilai-nilai
moral sejauh kemampuan yang ada pada dirinya.
Pada sisi lain dalam surat Asy-Syams : 8 Allah SWT
menjelaskan bahwa usaha manusia di jalankan dalam dua
landasan berfikir. Ada yang dijalankan dengan landasan
ketaqwaan, dan ada yang dijalankan dengan landasan kejahatan,
yang secara singkat dapat dilihat dalam diagram berikut
:
Menurut pandangan islam seseorang atau kelompok orang
disebut sukses adalah orang yang menjalankan usaha atau
aktifitasnya sehari-hari dengan landasan ketakwaan.
Sedangkan usaha yang dijalankan bukan dengan landasan
itu meskipun memperoleh hasil dan kekuasaan yang cukup
banyak dan tinggi tetap dikategorikan sebagai tidak
sukses. RM Wong Solo senantiasa berupaya menetapi aktivitasnya
sehari-hari dengan landasan ketaqwaan.
Jadi tujuan sukses insan RM Wong Solo yaitu usaha profesional
yang maju dan dalam rangka terhindarnya insan RM Wong
Solo dari azab yang pedih bermanfaat bagi keluarga masyarakat
serta sukses dunia dan akhirat.

|